Sunday, 29 November 2015

INDIGO

Hola! Selamat hari Minggu teman-teman. Semoga minggu ini menyenangkan, okay?
Kali ini gue mau bahas tentang indigo, ya, walaupun ini topik yang sudah lama banget tapi gue mau cerita hubungan antara “Ingdigo” dan Abigail Lovelya. Indigo itu apa, sih??? Nah indigo adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural.
Nah banyak anak indigo yang nggak menyadari akan kemampuannya atau bahkan ketika mereka mengetahui kemampuannya mereka malah menjadi takut, dan membenci diri mereka sendiri. Dan ini gue coba cari tanda
-tanda indigo:
1.      Indigo dilahirkan dengan rasa yang luar biasa integritas dan bertindak seperti bangsawan, raja dan ratu.
2.      Mereka hanya tidak akan melakukan hal-hal tertentu , misalnya , menunggu dalam antrean sulit bagi mereka.
3.      Harga diri bukan masalah besar dengan orang-orang dalam kekuasaan mereka .
4.      Gigi-gigi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus juga tajam.
5.      Kemampuan melihat sesuatu yang terjadi di tempat lain.
6.      Memprediksi dan membuat kejadian yang akan terjadi.
7.      Kemampaun analisa data yang cepat, luas dan kontinyu.
8.      Secara emosi, mereka dapat dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau stress.
9.      Memiliki potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk pengasuhan.
10.  Memiliki keinginan yang kuat, mandiri dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orangtua.
Seperti layaknya gue, gue nggak yakin gue benar-benar indigo, tetapi banyak orang mengatakan gue salah satu diantara anak-anak indigo ini. Kenapa? Dulu, setiap kali gue tidur gue jarang sekali mimpi, tapi ketika gue mimpi, 90% kejadian dalam mimpi gue akan menjadi nyata. Kejadiannya dan perkataan dalam mimpi gue mungkin nggak sama sepenuhnya dengan kenyataan, tapi peristiwanya 90% terjadi.
Terkadang gue juga punya perasaan-perasaan tentang apa yang akan terjadi atau sedang terjadi, menganalisis apa yang sebenarnya telah terjadi dari informasi yang sedang di bicarakan seseorang. Oleh sebab itu tanpa mendengarkan sampai orang tersebut selesai bicara gue sudah dapat mengidentifikasi apa yang sebenarnya terjadi.
Ya,  tapi memang banyak juga yang nggak kepingin menjadi salah satu dari bagian golongan ini. Menurut gue yang perlu dilakukan adalah berdoa. Karena gue percaya ketika manusia diciptakan semuanya sudah sempurna. Jika kalian tidak nyaman gue yakin dengan hanya memohon kepada Tuhan, apa yang nggak nyaman menurut kalian akan dibuat sedemikian rupa hingga kalian nyaman kembali menjalani hidup.
Gue juga mengumpulkan informasi bagaimana memperlakukan “kami” dengan semestinya:
1.      Bersikap toleran terhadap emosi “kami” yang ekstrim.
2.      Dengarkan pendapat “kami”, karena kami perlu tahu bahwa kalian menerima “kami”.
3.      Bantu “kami” menemukan hal-hal baru.

Sepertinya dengan ketiga hal di atas sudah cukup membuat anak-anak indigo nyaman dengan berada di sekitar orang lain. Sekian untuk postingan kali ini, dan jangan lupa nantikan postingan selanjutnya. ^^
nb: untuk blogwalking silahkan tinggalkan linknya di kolom comment. thankyou :)

No comments:

Post a Comment